Vol. 2 No. 1 (2026): El-Ihsan: Journal of Contemporary Islamic Education
Articles

ANALISIS DOMINASI METODE KONVENSIONAL, KEAKTIFAN PESERTA DIDIK, DAN KETERBATASAN SARANA PRASARANA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH DASAR

Sinta Migus Mita
program studi pendidikan guru madrasah ibtidaiyah, universitas islam negeri mahmud yunus batusangkar, batusangkar, indonesia

Published 2026-06-30

Keywords

  • pendidikan pancasila,
  • metode konvensional,
  • keaktifan peseerta didik,
  • sekolah dasar,
  • pembelajaran aktif

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V sekolah dasar yang masih didominasi oleh metode konvensional serta mengkaji dampaknya terhadap keaktifan peserta didik. Penelitian ini penting dilakukan mengingat tuntutan pembelajaran abad ke-21 menekankan keterlibatan aktif peserta didik melalui pengembangan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah, tanya jawab sederhana, dan penugasan dengan guru sebagai pusat pembelajaran. Keaktifan peserta didik tergolong rendah, terlihat dari minimnya partisipasi dalam diskusi maupun bertanya. Keterbatasan sarana dan prasarana, seperti ketiadaan proyektor dan media pembelajaran digital, memperkuat dominasi metode konvensional dalam proses pembelajaran.

Penelitian ini terbatas pada satu kelas di sekolah dasar sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas. Meskipun demikian, penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai tantangan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila pada sekolah dasar dengan keterbatasan fasilitas, khususnya di wilayah pedesaan.

Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis keterkaitan antara dominasi metode konvensional, keterbatasan sarana prasarana, dan rendahnya keaktifan peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih adaptif, interaktif, dan sesuai dengan kondisi sarana sekolah.

 

ABSTRACT

This study aims to analyze the implementation of Pancasila Education learning in fifth-grade elementary classrooms, which remains dominated by conventional teaching methods, and to examine its impact on student engagement. This study is significant as twenty-first-century learning requires active student participation through critical thinking, collaboration, communication, and creativity.

This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers and students, and documentation. Data analysis followed the interactive model developed by Matthew B. Miles and A. Michael Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing.

The findings reveal that learning activities are still dominated by lectures, simple question-and-answer sessions, and assignments, with teachers serving as the primary source of instruction. Student participation remains relatively low, particularly in classroom discussions and questioning activities. Limited facilities, such as the absence of projectors and digital learning media, further reinforce the dominance of conventional methods.

This study is limited to a single classroom setting, which restricts broader generalization. Nevertheless, it provides empirical insight into the challenges of implementing Pancasila Education in elementary schools with limited educational facilities, particularly in rural areas.

The originality of this study lies in its analysis of the relationship between conventional teaching dominance, infrastructure limitations, and low student engagement. The findings offer practical contributions for developing adaptive and interactive instructional strategies suited to schools with limited resources.

References

  1. Anitah, Sri. 2017. Strategi Pembelajaran Di Sekolah Dasar. UNS Press.
  2. Arsyad, Azhar. 2017. Media Pembelajaran. Rajawali Pers.
  3. Bruner, Jerome S. 1966. Toward a Theory of Instruction. Harvard University Press.
  4. Dewi, Kadek Ayusetia, Komang Kristina Rahayuni, Ni Luh Apriani, and I. Ketut Ngurah Ardiawan. 2025. “Strategi Pembelajaran Guru Dalam Mengajarkan Pendidikan Pancasila Di Sekolah Dasar.” Jurnal Basicedu 9 (1). https://doi.org/10.31004/basicedu.v9i1.9110.
  5. Djamarah, Syaiful Bahri, and Aswan Zain. 2015. Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta.
  6. Fauziah, Reni, and Kusuma Ayu Wandira. 2025. “Metode Pembelajaran Aktif Dalam PKN SD Untuk Meningkatkan Partisipasi Dan Pemahaman Siswa.” Jurnal Intelek Insan Cendikia 2 (5).
  7. Hamalik, Oemar. 2018. Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara.
  8. Huda, Miftahul. 2017. Model-Model Pengajaran Dan Pembelajaran. Pustaka Pelajar.
  9. Kaelan. 2016. Pendidikan Pancasila. Paradigma.
  10. Mardhiyah, Rahmawati. 2021. “Pentingnya Keterampilan Belajar Abad 21 Dalam Pembelajaran Sekolah Dasar.” Jurnal Pendidikan Indonesia 2 (7): 1156–70.
  11. Miles, Matthew B., and A. Michael Huberman. 2014. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. 3rd ed. Sage Publications.
  12. Moleong, Lexy J. 2021. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
  13. Nurhalimah, Dika Happy, Fajri Khoirunnisa Cahya Buana, Fitria Dwi Nofitasari, and Endrise Septina Rawanoko. 2024. “Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Dalam Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar.” Sindoro: Cendikia Pendidikan 8 (8). https://doi.org/10.9644/sindoro.v8i8.7382.
  14. Pratama, Deni, and Rika Lestari. 2022. “Pembelajaran Aktif Sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Abad 21 Pada Sekolah Dasar.” Jurnal Pendidikan Karakter 13 (1): 21–32.
  15. Riyadi, Diki, Rosiana Mufliva, Fitra Ramadhan, and Silvi Fatimah Azhara Suherman. 2025. “Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Pendidikan Pancasila Di Sekolah Dasar: Tinjauan Literature Sistematis.” Awwaliyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 8 (2). https://doi.org/10.58518/awwaliyah.v8i2.3433.
  16. Rohan, Muhammad Ricky, and Iksam Iksam. 2025. “Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Melalui Model Problem Based Learning Di Sekolah Dasar.” Jurnal Basicedu 9 (6). https://doi.org/10.31004/basicedu.v9i6.11340.
  17. Rosnaeni. 2021. “Pembelajaran Aktif Dan Pengaruhnya Terhadap Keterlibatan Sosial Peserta Didik.” Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara 6 (1): 77–86.
  18. Rusman. 2018. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Rajawali Pers.
  19. Sanjaya, Wina. 2019. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana.
  20. Slameto. 2015. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta.
  21. Sugiyono. 2022. Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
  22. Susilawati, Evi. 2024. “Transformasi Pembelajaran PKN Melalui Penerapan Model Pembelajaran Aktif: Literature Review Pada Sekolah Dasar.” Journal of Education Technology and Civic Literacy 4 (2).
  23. Suyanto. Pendidikan Karakter Untuk Anak Bangsa. Jakarta: Erlangga, 2013. n.d.
  24. Wildaniah, Taskiyatun, Qurrotu Aini, Zaka Helyatul Mahmuda, and Riyan Kholiq. 2025. “Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Terhadap Pendidikan Pancasila Di Sekolah Dasar.” JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 9 (1). https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10439.